Kurangnya Wirausahawan di Indonesia

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Erwin Aksa, menyatakan perlu perubahan persepsi profesi wirausaha. Pasalnya, negeri masih kekurangan wirausahawan.

Menurut dia, banyak pandangan yang muncul bahwa seorang berpendidikan tinggi selayaknya menjadi pegawai atau karyawan di pemerintahan atau perusahaan. "Pemahaman ini harus diubah," kata Erwin dalam Deklarasi HIPMI Perguruan Tinggi di Gedung Merdeka, di Bandung, Rabu 15 Juni 2011.


Erwin menuturkan, fakta saat ini, jumlah pengusaha di Indonesia hanya 0,18 persen dari jumlah populasi penduduk. Jumlah ini masih di bawah satu juta orang.

"Jumlah yang terlalu sedikit untuk negara dengan penduduk lebih dari 220 juta," tutur Erwin. "Indonesia masih kekurangan wirausahawan," lanjut dia.

Menurut Erwin, saat ini adalah momentum yang tepat untuk melahirkan wirausahawan-wirausahawan baru. Bahkan, dengan keanggotaan Indonesia dalam kelompok negara G-20 dan sebagai Ketua ASEAN, menjadi faktor penting untuk mengembangkan gerakan kewirausahaan.

"Saat produk domestik bruto telah mencapai US$70 miliar pada akhir 2010, atau rata-rata pendapatan per kapita penduduk US$3.000, maka ini adalah peluang," tuturnya.

Erwin mengatakan, banyak kalangan mempercayai pendapatan per kapita US$3.000, akan mengubah gaya hidup mereka. "Masyarakat dengan pendapatan demikian akan mengkonsumsi apa saja guna menandai perubahan pada mereka, dan inilah peluang dalam beriwirausaha," katanya.

Karena itu, melalui HIPMI Perguruan Tinggi dengan program kampanye kewirausahaan masuk kampus, dia berharap Indonesia akan menghasilkan pengusaha-pengusaha muda yang banyak.

"Energi yang selama ini terkuras untuk orasi demonstrasi akan kita arahkan menjadi aksi nyata membangun sendi-sendi ekonomi bangsa," katanya.

Deklarasi HIPMI Perguruan Tinggi dan silaturahmi nasional HIPMI merupakan bagian dari hari ulang tahun HIPMI ke 39 tahun. Pembacaan deklarasi diwakili sejumlah mahasiswa dari beberapa universitas.

Kegiatan dibuka Wakil Presiden Boediono dan didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Hadir juga pendiri HIPMI yang juga mantan Menteri Tenaga Kerja Abdul Latief, mantan Ketua HIPMI Sandiaga Uno, dan sejumlah pejabat DPRD Jawa Barat.(VIVAnews)

0 komentar:

Poskan Komentar

Blog Archive

Recent Post